Magelang selalu punya cara halus untuk membuat orang betah. Udaranya cenderung lebih sejuk, ritmenya tidak terburu-buru, dan pemandangannya sering kali bekerja pelan-pelan—tidak langsung mengagetkan, tapi tinggal lama di ingatan. Di kawasan perbukitan Menoreh, suasana ini terasa semakin kuat. Salah satu tempat yang sering jadi persinggahan setelah jalan-jalan adalah menu Kedai Bukit Rhema, yang kerap dicari bukan hanya karena makanannya, tapi juga karena pengalaman duduk dan menikmati sekitar.
Saya pertama kali datang ke sini bukan dengan niat “kulineran serius”. Awalnya hanya ingin istirahat sejenak setelah berkeliling. Tapi justru dari situlah saya memahami kenapa banyak orang akhirnya kembali lagi—bukan karena sensasi berlebihan, melainkan karena rasanya pas.
Baca Juga: Alternatif Sunrise di Borobudur Sambil Sarapan Di Atas Awan
Apa Itu Kedai Bukit Rhema?
Kedai Bukit Rhema adalah tempat makan yang berada di kawasan Bukit Rhema, dengan konsep santai dan menyatu dengan alam sekitar. Kedai ini tidak mencoba tampil sebagai restoran formal, melainkan ruang singgah untuk kamu yang ingin duduk, makan, dan memandang perbukitan tanpa merasa dikejar waktu.
Ketika orang membicarakan menu Kedai Bukit Rhema, biasanya yang terlintas bukan daftar panjang yang rumit. Justru menunya terasa familiar—makanan Indonesia yang mudah dinikmati banyak kalangan, dengan porsi dan penyajian yang bersahabat. Tempat ini cocok untuk kamu yang datang bersama keluarga, teman, atau rombongan kecil yang ingin makan sambil ngobrol lama.
Dimana Lokasi Kedai Bukit Rhema?
Kedai Bukit Rhema berada di kawasan Bukit Rhema, Kabupaten Magelang, satu area dengan bangunan ikonik yang sering disebut Gereja Ayam. Lokasinya berada di perbukitan Menoreh, sehingga suasana di sekitarnya terasa lebih tenang dibanding pusat kota.
Akses menuju lokasi memang sedikit berbeda dari tempat makan di pinggir jalan besar. Tapi justru perjalanan menuju kedai ini jadi bagian dari pengalaman—pelan-pelan naik ke area yang lebih tinggi, lalu disambut pemandangan terbuka saat tiba.
Kapan Kedai Bukit Rhema Berdiri?
Bukit Rhema atau yang dikenal dengan nama Gereja Ayam Magelang dibangun pada tahun 1992 oleh Daniel Alamsjah. Daniel Alamsjah menerima visi pada tahun 1988 untuk membangun Rumah Doa bagi Segala Bangsa setelah doa semalam di tempat di mana Bukit Rhema dibangun. Daniel muda pada awalnya tidak tahu bahwa tempat ini ada di Desa Gombong Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah. Terletak di sudut kota Borobudur.
Meskipun tempat ini jauh dari tempat di mana daniel hidup pada waktu itu yaitu Jakarta, imannya memimpin Daniel muda tiba di tempat ini dan kemudian Daniel Alamsjah menerima visi tersebut. Seiring waktu, menu dan fasilitasnya menyesuaikan kebutuhan tamu—mulai dari wisatawan, keluarga, hingga rombongan. Meski terus berkembang, nuansa awalnya tetap terasa: santai, terbuka, dan tidak kaku.
Kapan Waktu Terbaik Datang ke Kedai Bukit Rhema? – Menu Kedai Bukit Rhema

Waktu kunjungan sangat memengaruhi pengalaman menikmati menu Kedai Bukit Rhema.
- Pagi menjelang siang
Cocok untuk kamu yang datang setelah aktivitas pagi atau ingin menikmati udara yang masih segar. Suasananya relatif tenang, pas untuk sarapan atau brunch ringan. - Siang hari
Waktu yang ramai, terutama saat musim liburan. Cocok untuk makan bersama rombongan, meski suasananya lebih hidup. - Sore hari
Ini waktu favorit saya. Cahaya sore membuat perbukitan terlihat lembut, dan suasana makan terasa lebih santai. Banyak orang memilih duduk lebih lama sambil menikmati minuman hangat.
Kalau kamu ingin suasana lebih lengang, datang di hari biasa di luar jam makan utama bisa jadi pilihan terbaik.
Bagaimana Akses Menuju Lokasi? – Menu Kedai Bukit Rhema
Untuk menuju Kedai Bukit Rhema, kendaraan pribadi hanya bisa sampai area parkir tertentu. Dari sana, kamu bisa melanjutkan dengan jalan kaki atau menggunakan shuttle jeep yang disediakan pengelola kawasan.
Akses ini mungkin terasa sedikit merepotkan bagi sebagian orang, tapi sebenarnya cukup tertata. Buat saya, perjalanan singkat ini justru membantu “memutus” hiruk-pikuk luar sebelum duduk makan dan menikmati suasana.
Menu Kedai Bukit Rhema: Apa Saja yang Bisa Kamu Pilih? – Menu Kedai Bukit Rhema



Alih-alih menyajikan daftar teknis, saya lebih suka bercerita soal karakter menu Kedai Bukit Rhema. Menunya cenderung ke masakan Nusantara dan comfort food yang familiar di lidah banyak orang.
Beberapa kategori menu yang umum ditemui:
- Menu makanan utama dengan olahan ayam, daging, dan sayuran khas Indonesia
- Menu tradisional yang cocok untuk makan siang bersama keluarga
- Minuman hangat seperti kopi dan teh yang pas dinikmati di udara sejuk
- Minuman dingin untuk kamu yang datang di siang hari
Banyak pengunjung memilih menu yang “aman”—mudah dinikmati semua usia. Ini yang membuat Kedai Bukit Rhema sering jadi pilihan rombongan keluarga atau tamu dari luar kota.
Sudut Foto Kedai Bukit Rhema – Menu Kedai Bukit Rhema


Selain menu, salah satu alasan orang betah di sini adalah sudut fotonya. Tapi menariknya, spot-spot di Kedai Bukit Rhema tidak terasa dibuat-buat.
Beberapa sudut yang sering jadi favorit:
- Area duduk dengan latar perbukitan Menoreh
- Teras terbuka yang menghadap pemandangan luas
- Sudut meja kayu sederhana dengan cahaya alami
- Area sekitar bangunan yang menyatu dengan alam
Kalau kamu suka foto yang terlihat natural dan tidak terlalu ramai ornamen, tempat ini cukup bersahabat. Banyak foto terbaik justru diambil sambil duduk santai, bukan dengan pose yang direncanakan.
Kedai Bukit Rhema Cocok untuk Siapa? – Menu Kedai Bukit Rhema



Dari pengalaman saya, Kedai Bukit Rhema cocok untuk:
- Kamu yang ingin makan sambil menikmati suasana alam
- Keluarga yang mencari tempat makan dengan ritme santai
- Wisatawan yang butuh tempat istirahat setelah berkeliling
- Rombongan kecil yang ingin makan tanpa suasana kaku
Tempat ini tidak berusaha jadi segalanya untuk semua orang. Tapi untuk kamu yang menghargai suasana dan pengalaman, Kedai Bukit Rhema terasa pas.
Baca Juga: Omah Kopi Borobudur: Review Experience Ngopi Terbaik Dekat Candi
Tips Singkat Menikmati Kedai Bukit Rhema – Menu Kedai Bukit Rhema
- Datang sore hari untuk suasana dan cahaya yang lebih lembut
- Pilih menu yang bisa dinikmati bersama jika datang rame-rame
- Luangkan waktu—jangan datang dengan jadwal terlalu padat
- Nikmati pemandangan, bukan hanya makanannya
FAQ – Pertanyaan Yang Sering Muncul
Menu Kedai Bukit Rhema itu dominan makanan apa?
Umumnya didominasi menu bergaya Nusantara dan comfort food yang familiar, cocok untuk berbagai selera dan usia (termasuk keluarga dan rombongan kecil).
Apakah Kedai Bukit Rhema cocok untuk rombongan atau keluarga besar?
Cocok, terutama karena suasananya santai dan banyak orang datang untuk makan sambil menikmati pemandangan. Untuk rombongan, biasanya lebih nyaman datang di luar jam puncak.
Mobil pribadi bisa sampai Kedai Bukit Rhema atau harus shuttle?
Biasanya mobil pribadi hanya sampai area parkir. Setelah itu kamu bisa memilih jalan kaki atau naik shuttle jeep (tergantung kebijakan operasional kawasan saat kamu datang).
Kapan waktu terbaik datang agar dapat suasana adem dan view bagus?
Pagi menjelang siang untuk udara segar, atau sore untuk cahaya yang lebih lembut dan suasana lebih santai. Hari kerja cenderung lebih lengang dibanding akhir pekan/libur.
Spot foto mana yang paling “aman” untuk hasil natural di Kedai Bukit Rhema?
Area teras terbuka menghadap perbukitan Menoreh, sudut meja dengan cahaya alami, dan area duduk dengan latar pemandangan luas biasanya paling mudah menghasilkan foto yang natural.
Membicarakan menu Kedai Bukit Rhema sebenarnya bukan hanya soal apa yang tersaji di piring, tapi juga soal bagaimana kamu menikmatinya. Di sini, makan terasa seperti bagian dari perjalanan—bukan sekadar jeda lapar.
Kalau kamu sedang berada di Magelang dan ingin tempat makan yang menawarkan suasana tenang, pemandangan luas, dan menu yang mudah dinikmati banyak orang, Kedai Bukit Rhema bisa jadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Datang tanpa ekspektasi berlebihan, duduk santai, dan biarkan suasananya bekerja pelan-pelan.

