Perjalanan antara Magelang dan Yogyakarta biasanya identik dengan kemacetan di jalan raya utama atau pemandangan Gunung Merapi yang gagah di kejauhan. Banyak dari kita mungkin sudah hafal luar kepala setiap belokan di jalan raya penghubung kedua kota ini. Namun, belakangan saya menyadari bahwa perjalanan bukan hanya soal berpindah dari titik A ke titik B secepat mungkin. Terkadang, mengambil jalan memutar atau berhenti sejenak di tempat-tempat yang jarang masuk dalam daftar “top destinasi” justru memberikan pengalaman yang lebih berkesan. Terdapat banyak tempat wisata antara Magelang dan Yogyakarta yang tidak banyak orang ketahui karena tempatnya yang tersmbunyi namun memiliki pemandangan yang indah.
Beberapa waktu lalu, saya mencoba meluangkan waktu lebih banyak untuk mengeksplorasi apa saja yang ada di antara kedua wilayah ini. Ternyata, di balik padatnya arus lalu lintas, tersimpan beberapa titik yang menawarkan ketenangan, jauh dari hiruk pikuk klakson kendaraan. Jika kamu sedang merencanakan perjalanan santai antara Magelang dan Jogja, atau sebaliknya, mungkin beberapa cerita perjalanan saya ini bisa menjadi referensi tambahan untuk itinerary kamu nanti.
Baca Juga: Rumah Makan Sekitar Borobudur Untuk Rombongan
Menikmati Pagi di Bukit Rhema dan Perbukitan Menoreh – Hidden Gem Magelang Jogja
Jika kamu memulai perjalanan dari arah Magelang menuju Yogyakarta, ada satu titik yang menurut saya sayang untuk dilewatkan hanya dengan melihatnya dari kejauhan. Bukit Rhema, yang lebih dikenal orang dengan sebutan Gereja Ayam, menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar struktur bangunan yang unik. Saya pribadi lebih suka datang ke sini saat matahari belum terlalu terik, karena udara di sekitar Perbukitan Menoreh masih terasa sangat segar.
Yang saya sukai dari tempat ini sebenarnya bukan hanya soal arsitekturnya, melainkan suasana di kedai kopinya yang terletak di bagian belakang. Menikmati segelas kopi hangat dan camilan singkong goreng—yang biasanya sudah termasuk dalam tiket masuk—sambil menatap hamparan hijau Perbukitan Menoreh adalah sebuah kemewahan sederhana. Kamu bisa duduk santai di sana, membiarkan angin sepoi-sepoi menerpa wajah, sambil sesekali melihat kabut tipis yang masih menyelimuti lembah. Suasananya begitu asri dan cocok bagi kamu yang ingin mengistirahatkan pikiran sejenak sebelum melanjutkan perjalanan jauh.
Kesegaran Alami di Curug Silawe – Hidden Gem Magelang Jogja
Masih di area Magelang, namun sedikit melipir ke arah lereng Gunung Sumbing, saya menemukan sebuah tempat yang terasa sangat personal. Namanya Curug Silawe. Berbeda dengan air terjun di tempat lain yang mungkin sudah sangat komersial, Curug Silawe masih terasa sangat alami dan terjaga keasriannya. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter, yang jatuhan airnya menciptakan suara gemuruh yang menenangkan.

Perjalanan menuju ke sini mungkin membutuhkan sedikit usaha ekstra karena jalannya yang menanjak dan berliku, tapi menurut saya, rasa lelah itu terbayar lunas begitu sampai di lokasi. Udara di sekitar air terjun sangat sejuk, bahkan cenderung dingin. Saya sempat duduk di bebatuan pinggir aliran air, merasakan percikan air yang terbawa angin. Jika kamu menyukai suara alam dan ingin menjauh sejenak dari keramaian kota, Curug Silawe adalah pilihan yang tepat untuk sekadar duduk diam dan menikmati ciptaan Tuhan yang luar biasa ini.
Puncak Segoro: Menatap Samudra dari Atas Tebing – Hidden Gem Magelang Jogja
Nah, jika rute perjalanan kamu dimulai dari Yogyakarta menuju Magelang, namun kamu punya waktu lebih untuk sedikit “melipir” ke arah selatan, ada sebuah tempat di Gunungkidul yang memberikan perspektif berbeda tentang keindahan Jogja. Puncak Segoro adalah sebuah tebing tinggi yang langsung menghadap ke arah Samudra Hindia. Meskipun lokasinya agak jauh dari jalur utama Magelang-Jogja, tempat ini sering menjadi destinasi tambahan bagi mereka yang ingin melihat sisi lain dari Yogyakarta.

Saya sempat berkunjung ke sini menjelang sore hari. Pemandangannya sungguh memanjakan mata; tebing-tebing karang yang kokoh dihantam oleh ombak biru yang besar. Jika kamu datang di waktu yang tepat, momen matahari terbenam atau sunset di sini terasa sangat cantik. Warna langit yang berubah dari oranye ke ungu berpadu dengan luasnya lautan memberikan kesan yang sangat dramatis. Ini adalah tempat yang tepat bagi kamu yang ingin menikmati suasana laut dari ketinggian tanpa harus basah-basahan terkena air laut.
Ketenangan di Balik Pinus Geoforest Watu Payung – Hidden Gem Magelang Jogja
Beranjak dari tebing laut, saya beralih ke area perbukitan di Gunungkidul lainnya yang masih dalam jangkauan jika kamu sedang berada di Yogyakarta. Geoforest Watu Payung Gunungkidul menawarkan suasana hutan pinus yang tenang dan sangat tertata. Berbeda dengan beberapa hutan pinus lain yang mungkin sudah sangat ramai pengunjung, di Watu Payung saya masih bisa merasakan kedamaian yang sesungguhnya.

Area ini didominasi oleh pepohonan hijau dengan beberapa gardu pandang yang terbuat dari kayu. Dari sini, kamu bisa melihat lekukan sungai dan perbukitan di bawahnya yang tertutup rimbunnya pepohonan. Saya sangat menyarankan kamu untuk datang ke sini jika ingin mencari inspirasi atau sekadar ingin membaca buku di bawah naungan pohon pinus yang rindang. Suasana yang asri dan udara yang bersih benar-benar membantu mengisi ulang energi sebelum kembali ke rutinitas pekerjaan di kota.
Beberapa Tips untuk Perjalanan Kamu – Hidden Gem Magelang Jogja
Berdasarkan pengalaman saya menyusuri jalur-jalur ini, ada beberapa hal kecil yang mungkin bisa membantu perjalanan kamu agar lebih nyaman:
- Periksa Kendaraan: Karena beberapa lokasi seperti Curug Silawe atau area perbukitan memiliki medan yang cukup menanjak, pastikan rem dan mesin kendaraan kamu dalam kondisi prima.
- Waktu Terbaik: Datanglah sepagi mungkin untuk destinasi perbukitan agar tidak terkena terik matahari, dan arahkan perjalanan ke tebing atau pantai saat sore hari untuk mengejar pemandangan senja.
- Bawa Pakaian Nyaman: Udara di Magelang (dekat Sumbing) bisa cukup dingin, sementara di Jogja bisa sangat panas. Menggunakan pakaian yang menyerap keringat namun tetap menyiapkan jaket tipis adalah pilihan yang bijak.
- Jaga Kebersihan: Karena tempat-tempat ini masih tergolong alami dan “hidden gem”, saya sangat berharap kita semua bisa tetap menjaga kebersihannya dengan tidak meninggalkan sampah apa pun.
Menjelajahi sisi lain antara Magelang dan Jogja memberikan saya pelajaran bahwa setiap perjalanan memiliki ceritanya sendiri. Tidak perlu terburu-buru untuk sampai, karena terkadang keindahan yang sesungguhnya justru ada pada setiap pemberhentian yang kita ambil. Semoga catatan kecil saya ini bisa menemani rencana perjalanan kamu berikutnya dan memberikan warna baru dalam pengalaman traveling kamu.


