Suasana menjelang Imlek selalu punya daya tarik tersendiri bagi saya, terlebih saat memasuki Libur Imlek 2026. Meskipun saya bukan berasal dari keluarga yang merayakan Imlek secara penuh turun-temurun, semangat kebersamaan, dominasi warna merah di pusat perbelanjaan, hingga aroma masakan khas Tionghoa selalu berhasil membuat suasana hati terasa lebih hangat. Belakangan ini, saya melihat semakin banyak keluarga muda Indonesia yang ingin ikut merasakan kemeriahan perayaan Imlek melalui sajian menu Imlek halal yang lebih ramah untuk semua anggota keluarga, tanpa harus meninggalkan nilai kepercayaan yang mereka pegang. Fenomena ini membuat kuliner Imlek halal kian populer sebagai jembatan antara budaya, rasa, dan kenyamanan dalam satu meja makan, terutama saat momen libur panjang Imlek.
Sebagai seseorang yang hobi bereksperimen di dapur dan sering berkunjung ke rumah kerabat saat hari raya, saya menyadari bahwa merayakan Imlek dengan menu halal sangat mungkin dilakukan tanpa mengurangi esensinya, termasuk di suasana Libur Imlek 2026. Justru di sinilah menariknya tradisi Imlek halal, karena kita tetap bisa menjaga makna kebersamaan, simbol doa, dan rasa syukur melalui hidangan yang aman dikonsumsi semua anggota keluarga. Bagi keluarga muda, momen makan malam bersama atau reunion dinner bukan sekadar soal kenyang, tetapi juga tentang memperkenalkan nilai budaya sejak dini kepada anak-anak, agar kebersamaan terasa lebih tenang, hangat, dan berkesan.
Baca Juga: Singgah Makan Setelah Keliling Borobudur: Kedai Bukit Rhema, Resto dengan menu khas ayam bakar & bakmi djowo
Table of Contents
Inspirasi Menu Imlek Halal yang Cocok untuk Lidah Keluarga

Mencari menu Imlek keluarga yang halal sebenarnya tidak sulit, asalkan kita tahu padu padan bahannya. Bagi keluarga muda yang ingin merayakan Imlek ramah keluarga, salah satu makanan Imlek halal yang selalu menjadi favorit di meja makan saya adalah Ikan Tim atau Steamed Fish. Dalam tradisi Tionghoa, ikan melambangkan kelimpahan dan harapan baik di tahun baru. Saya biasanya memilih ikan gurame atau kakap putih yang masih segar. Kuncinya ada pada irisan jahe yang melimpah serta siraman kecap asin dan minyak wijen yang harum. Olahan sederhana ini sering saya jadikan inspirasi resep Chinese food halal karena rasanya ringan, bersih, dan tetap terasa istimewa saat disantap hangat-hangat bersama keluarga.
Selain ikan, Ayam Panggang Madu—yang kerap disebut sebagai versi halal dari Char Siu—juga sering jadi rebutan saat menyusun menu Imlek keluarga. Kita bisa menggunakan paha ayam tanpa tulang yang dimarinasi dengan saus hoisin, madu, dan bubuk ngo hiong halal. Hasilnya adalah daging yang empuk dengan rasa manis gurih yang meresap hingga ke dalam. Menu ini termasuk makanan Imlek halal yang aman untuk lidah orang Indonesia, karena perpaduan rasa manis dan rempahnya sangat familiar dan disukai semua usia, termasuk anak-anak.
Jangan lupakan juga Yusheng, salad segar berisi irisan sayuran warna-warni yang menjadi simbol keberuntungan dan kebersamaan. Untuk menghadirkan Yusheng sebagai bagian dari Imlek ramah keluarga, kita hanya perlu memastikan sausnya menggunakan bahan yang terverifikasi halal. Irisan ikan mentah bisa diganti dengan smoked salmon halal yang jelas proses produksinya, atau bahkan dengan potongan buah-buahan segar agar lebih ringan. Kreasi ini cocok dijadikan alternatif resep Chinese food halal yang tetap sarat makna tanpa menghilangkan nilai tradisi.
Menjaga Makna Tradisi dalam Hidangan Halal
Seringkali muncul pertanyaan, apakah masakan yang sudah dimodifikasi ini masih tetap bermakna secara tradisi? Menurut pengalaman saya, makna sebuah hidangan terletak pada simbolisme dan niat di baliknya. Misalnya, menyajikan Siu Mie atau mie panjang umur. Tradisinya adalah memakan mie ini tanpa terputus sebagai doa agar kita diberikan umur yang panjang dan rezeki yang lancar.
Selama kita menyajikannya dalam bentuk mie yang tidak dipotong-potong, maknanya tetap terjaga meski kita menggunakan daging ayam atau bakso sapi sebagai campurannya. Begitu juga dengan menyajikan buah jeruk atau manisan di akhir acara. Unsur-unsur ini sudah secara alami halal dan tetap bisa membawa kegembiraan khas Imlek ke tengah rumah tangga kita. Jadi, jangan merasa tradisinya berkurang hanya karena kita mengganti protein utamanya.
Tips Mengganti Bahan Non-Halal Tanpa Merubah Rasa

Tantangan terbesar dalam memasak Chinese food yang halal biasanya terletak pada penggunaan babi dan arak masak (angciu). Namun, jangan khawatir, ada beberapa trik yang sering saya gunakan agar aroma dan rasa masakan tetap otentik. Untuk pengganti minyak babi, saya biasanya membuat minyak ayam sendiri. Caranya cukup dengan menggoreng kulit ayam dengan sedikit bawang putih hingga lemaknya keluar. Minyak ini memberikan aroma gurih yang sangat mirip.
Sedangkan untuk mengganti Angciu atau arak masak, saya biasanya menggunakan campuran kecap asin, parutan jahe, dan sedikit perasan jeruk nipis atau cuka apel. Fungsinya untuk menghilangkan bau amis pada seafood atau daging serta memberikan aroma fermentasi yang segar. Jika resep memerlukan rasa manis yang dalam dari arak, sedikit jus anggur merah tanpa pemanis juga bisa menjadi alternatif yang menarik untuk dicoba.
Menu Favorit yang Pasti Disukai Anak-anak
Menghadirkan menu untuk anak-anak terkadang menantang, apalagi jika masakan Chinese food identik dengan rasa jahe yang kuat atau tekstur sayuran yang beragam. Favorit anak-anak di keluarga saya adalah Kuo Tie (dumpling) isi ayam dan udang. Teksturnya yang renyah di bawah tapi lembut di atas selalu membuat mereka lahap makan. Isiannya bisa kita sesuaikan, tambahkan sedikit parutan wortel agar mereka tetap makan sayur tanpa sadar.
Menu lain yang selalu habis adalah Nasi Goreng Yang Chow versi halal. Dengan potongan ayam, telur, dan kacang polong, warnanya yang ceria sangat menarik perhatian si kecil. Rasanya cenderung gurih-lembut dan tidak pedas, sehingga sangat aman untuk perut mereka. Untuk pencuci mulut, onde-onde kecil atau bola-bola ketan manis (Tangyuan) dengan kuah jahe encer biasanya sangat mereka sukai karena bentuknya yang bulat dan kenyal.
Bumbu Dasar Masakan Chinese Halal yang Wajib Ada di Dapur

Jika kamu baru ingin mulai belajar memasak hidangan ala Imlek di rumah, ada beberapa bumbu dasar yang menurut saya wajib tersedia di rak dapur. Bumbu-bumbu ini adalah ‘nyawa’ dari masakan Chinese food yang harum dan menggugah selera:
- Kecap Asin Berkualitas: Pilih yang aromanya kuat karena ini adalah sumber rasa asin utama menggantikan garam biasa.
- Minyak Wijen: Gunakan di tahap akhir memasak untuk memberikan aroma khas yang sangat harum.
- Saus Tiram: Pastikan memilih produk yang sudah memiliki logo Halal MUI. Saus ini memberikan tekstur kental dan rasa umami yang dalam.
- Bubuk Ngo Hiong (Five Spice Powder): Ini adalah campuran lima rempah yang memberikan aroma oriental instan pada masakan daging-dagingan.
- Kecap Inggris dan Saus Hoisin: Untuk memberikan dimensi rasa manis dan sedikit asam yang kompleks pada masakan panggang.
Memiliki bumbu-bumbu ini akan memudahkan kamu saat ingin berkreasi secara mendadak. Bahkan hanya dengan menumis sayuran sederhana menggunakan bawang putih dan sedikit saus tiram, rasanya sudah akan terasa sangat berbeda dari tumisan biasa.
Menikmati Kebersamaan di Meja Makan
Pada akhirnya, perayaan Imlek bagi keluarga muda bukan hanya soal seberapa otentik bumbu yang digunakan atau seberapa mahal bahan makanannya. Hal yang paling saya syukuri setiap kali makan bersama adalah momen ketika semua orang duduk melingkar, melepaskan gadget sejenak, dan saling bertukar cerita tentang harapan di tahun yang baru. Menu-menu halal yang kita siapkan dengan penuh kasih sayang adalah jembatan untuk menciptakan kenangan indah tersebut.
Jadi, jangan ragu untuk mencoba memasak menu Imlek sendiri di rumah. Mulailah dari yang paling sederhana, dan ajak pasangan atau anak-anak untuk ikut terlibat dalam proses persiapannya, misalnya saat melipat kulit dumpling atau menata jeruk di meja. Semoga perayaan tahun ini membawa banyak kehangatan dan kebahagiaan bagi kamu dan keluarga tercinta.

